Sebagian besar penduduk Desa Adat Timbrah bekerja sebagai petani, sebagin kecil merupak pegawai swasta dan negeri, dan sebagian lagi adalah pedagang yang merupakan mata penc
aharian sampingan saat pertanian tidak banyak menuntut waktu mereka. Bertani sudah merupakan mata pencaharian turun temurun dari nenek moyang mereka, walaupun sekarang banyak diantar generasi muda mereka yang berusaha lari dari pekerjaan ini dan lebih memilih mengadu nasib dikota besar dengan harapan yang mereka anggap lebih baik.
aharian sampingan saat pertanian tidak banyak menuntut waktu mereka. Bertani sudah merupakan mata pencaharian turun temurun dari nenek moyang mereka, walaupun sekarang banyak diantar generasi muda mereka yang berusaha lari dari pekerjaan ini dan lebih memilih mengadu nasib dikota besar dengan harapan yang mereka anggap lebih baik.
Sistem pertanian yang masih berkembang sampai sekarang masih merupakan warisan dari generasi yang dulu, turun temurun mengakar dan tetap dipelihara sampai sekarang. Sistem subak yang merupakan sitem pengairan ciri khas masyarakat bali masih dipegang teguh dan dikembangkan dengan segala sarana yang ada. Semua masih tertata rapi walaupun banyak dimasukan pengaruh modernisasi seperti pemakaian campuran semen dan pasir untuk saluran air ataupun pemakaian pestisida dalam pemberantasan hama. Penduduk desa ini sangat mengandalkan alam didalam usahanya mengolah tanah dan pengairan sawah mereka.
Desa timbrah merupaka daerah yang dapat dikatakan merupakan daerah dataran rendah, yang dikelilingi bukit yang masih tampak alami.
Tanah yang merupakan lahan pertanian di desa ini merupakan bentuk tanah lempung yang gembur dengan tingkat kandungan pasir yang lumayan tinggi. Desa ini juga tidak pernah kehabisan sumber mata air, yang setiap tahunnya mengairi sawah-sawah penduduk. Mereka tidak terpengaruh oleh musim, karena sumber mata air untuk pertanian mereka masih terpelihara dengan baik.
Tanah yang merupakan lahan pertanian di desa ini merupakan bentuk tanah lempung yang gembur dengan tingkat kandungan pasir yang lumayan tinggi. Desa ini juga tidak pernah kehabisan sumber mata air, yang setiap tahunnya mengairi sawah-sawah penduduk. Mereka tidak terpengaruh oleh musim, karena sumber mata air untuk pertanian mereka masih terpelihara dengan baik.
Karena jenis tanah yang seperti ini, tanaman yang paling cocok dibudidayakan adalah jenis tanaman sayur2an, palawija ataupun padi yang merupakan tanaman pokok pertanian mereka. Tanaman seperti Padi, cabai, tomat, jagung, kacang-kacangan, umbi2an, terong, bawang dan sejenisnya sangat cocok dikembangkan di desa ini. Suhu yang optimal untuk perkembangan tanaman-tanaman tersebut sangat mendukung pertanian desa ini. Mereka akan sangat tergantung dari hasil pertanian mereka, untuk menghidupi keluarga, seperti makan, sekolah anak-anak, serta kebutuhan akan kesehatan lainnya.

Durinan bin nyambung....

0 komentar:
Posting Komentar